Sabtu, 30 November 2019

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia

   Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang Pendalaman Terapi Sholat Bahagia atau yang biasa disingkat “PTSB” ini, alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu sosok yang menggagas Terapi ini. Beliau adalah Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag. Beliau dilahirkan di Lamongan, 09 Juni 1957. Saat ini beliau sudah beristri dan memiliki 7 anak dan 3 cucu. Beliau merupakan alumni dari Ponpes Ihyaul Ulum Gresik pada tahun 1975.
   Prestasi dan sepak terjang beliau antara lain: Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi;  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama;  Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;  Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). 
   Sedangkan buku-buku yang berhasil ditulis beliau antara lain: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014)Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995)
   Kali ini, saya akan sedikit mengupas tentang salah satu bukunya yaitu “60 menit Terapi Shalat Bahagia” sekaligus ‘Pendalaman Terapi Sholat Bahagia”. Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia karya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag yang berisi manual sederhana menuju kebahagiaan melalui shalat telah beredar dan menjadi bacaan publik. Akan tetapi, untuk pemahaman dan penghayatan yang lebih maksimal dibutuhkan kegiatan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) dengan pencerahan dan bimbingan praktek dari penulis /founder dan atau timnya.

   Sejauh ini, beliau tidak hanya berhasil mengadakan terapi di dalam negeri saja. Namun beliau sudah berhasil mengadakan terapi ini hingga mancanegara. PENDALAMAN TERAPI SHALAT BAHAGIA (PTSB) yang pernah diadakan, antara lain:

1.      PTSB di Teheran Iran, (buku belum diterbitkan, 2009-2010)
2.      PTSB Masjid Wanchai Hong Kong
3.      PTSB Grand Mosque Taipei (28-10-12)
4.      PTSB Masjid Besar Taichung
5.      PTSB Mushalla FKPIT Yilan Taiwan
6.      PTSB Detention Centre (Penjara) Yilan Taiwan. (29-10-12)
7.      PTSB Bappeprov Jatim
8.      PTSB Dokter/karyawan RSI Jemursari (Des 2012)
9.      PTSB Dokter/karyawan/umum RS Haji Surabaya
10.  PTSB (Angkatan I-V) Masjid Al Qolbu Sidoarjo
11.  PTSB Guru-Guru Teladan Tuban
12.  PTSB Guru-guru SMA Khadijah Surabaya
13.  PTSB Lembaga-lembaga Sosial Khadijah
14.  PTSB Radio El-Victor Surabaya (angkatan I-IV)
15.  PTSB Bank Jatim (13-4-13)
16.  PTSB (rutin) untuk Duafak di Siwalankerto, Surabaya
17.  PTSB Yayasan Panti Asuhan Sabilillah di Hotel Oval Surabaya
18.  PTSB Yayasan Panti Al Madinah Surabaya, dll
   Ini adalah beberapa testimoni dari pemraktek PTSB ini:
The new and most interesting teaching of shalat. It really makes me and family happy” Mhd. Ali, Bangladesh.
“Inilah manajemen shalat yang detail dan menarik. Saya pasti merubah shalat saya, yaitu memperbanyak doa di dalamnya daripada di luar shalat” Dahlan Iskan, Jawa Pos Group.
  
>Mengapa PTSB?  
   Dengan membaca selama satu jam buku “60 Menit Terapi Sholat Bahagia”, anda sudah bisa memaknai makna dari kalimat kunci; “SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL” dan diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan anda. Akan tetapi, kata Les Giblin (2009), jika dengan cara itu semata, Anda hanya bisa mengingatnya maksimal 10%. Baru mencapai 70% jika anda mencoba mengucapkannya, dan menigkat menjadi 90% jika berlatih mengucapkan dan mempraktekkannya.
   PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif, dan membahagiakan orang lain.

>Pentingkah PTSB?
   Mereka yang sudah mengikuti PTSB adalah yang paling berhak menjawab pertanyaan ini. Ikuti testimony mereka yang telah berhasil mengubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah setelah mengikuti PTSB. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata mata penghayatan shalatnya yang luar biasa. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat dibutuhkan. Tetapi sebelum mengikuti PTSB ini, anda diharapkan menulis terlebih dahulu daftar anugrah dan daftar masalah & harapan.




>Apa Kegunaan Daftar Anugrah dan Daftar Masalah & Harapan
   Sebelum Shalat, anda sebaiknya menyiapkan Daftar anugerah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah anda terima, agar pernyataan syukur anda terfokus selama shalat. Anda perlu juga mencatat  apa saja masalah hidup dan harapan anda. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Oleh sebab itu, tulislah dengan pilihan kata dan kalimat terbaik.

>Praktek Sholat
     Kali ini, kita akan membahas tentang Terapi Sholat Bahagia. Tapi sebelum itu, anda harus mengingat kembali kata kunci yang sebelumnya pernah dibahas pada halaman sebelumnya, yaitu; “SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL”. Disini akan dibahas makna dari kata kunci tersebut dan prakteknya di dalam sholat.
 1) Posisi Berdiri
   Kata Kunci: SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
   Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan):
-Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmatmu”
-Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluargaku agar tetap di jalan yang benar”
-Ketahanan Iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”

2) Posisi Rukuk
   Kata Kunci: TURUT (Tunduk; Menurut)
   Renungan/Doa (Dalam Hati, Tidak boleh diucapkan)
   -Tunduk: “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan      menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu)
   -Menurut: “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”

3) Posisi I’tidal
   Kata Kunci: HADIR (Hak pujian; Takdir)
  
   Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
   -Hak Pujian: “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap  pujian manusia”
   -Takdir: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya”

4) Posisi Sujud
   Kata Kunci: MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
   Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
   -Maaf: “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”
   -Sinar: “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”
   -Jiwa dan Raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaanmu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”

5) Posisi Duduk Antara Dua Sujud
   Kata Kunci: AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
   Renungan/Doa (Dalam hati, Tidak boleh diucapkan)
   “Wahai Allah, berilah aku:”Ampunan, Kasih, Kesejahteraan, dan Iman”

6) Posisi Tasyahud
   Kata Kunci: SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakkal)
   Renungan/Doa: (Dalam hati, tidak boleh diucapkan)
   -Sholawat:“Sholawat dan salam untuk Nabi SAW.Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”
   -Persaksian:”Aku bersaksi,’Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
   -Tawakkal: ”Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”



>Manfaat Gerakan Sholat bagi Kesehatan
  1. Takbiratul Ihram. Takbiratul Ihram merupakan gerakan yang pertama kali dilakukan dalam shalat. Dengan cara berdiri tegap, mengangkat kedua tangan ke samping telinga lalu bersedekap. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah menjadi lancar. Gerakan kedua tangan yang bersedekap di dada bagian bawah memiliki manfaat untuk mencegah gangguan persendian.
  1. Ruku’. Gerakan ruku’ yang benar adalah apabila tulang belakang lurus sehingga jika ditaruh segelas air maka air tersebut tidak akan tumpah. Gerakan ini menjaga posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh. Adapun tangan-tangan yang bertumpu pada lutut merupakan relaksasi untuk otot-otot bahu sampai ke bawah.
  1. I’tidal. Gerakan ini ditandai dengan bangun dari ruku’ lalu mengangkat kedua tangan di samping telinga. Gerakan ini membuat pencernaan menjadi lancar karena organ pencernaan yang ada pada perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian
  1. Sujud. Posisi jantung yang berada di atas otak menyebabkan darah yang kaya akan oksigen mengalir ke dalam otak. Hal ini berpengaruh terhadap kecerdasan, oleh karena itu jangan terburu-buru dalam bersujud.
  1. Duduk. Variasi posisi telapak kaki pada duduk iftirosy dan tawaruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks. Gerakan ini menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak
  1. Salam. Gerakan salam membuat otot di sekitar leher menjadi relaks dan menyempurnakan aliran darah ke kepala. Serta menjaga kekencangan kulit wajah dan mencegah sakit kepala.
Gerakan shalat tidak akan memberikan manfaat jika dilakukan secara terburu-buru atau tergesa-gesa. Lakukanlah sholat dengan khusyu dan tuma’ninah selain memperoleh pahala dari shalat yang telah dilakukan, tubuh akan merasakan manfaat dari tiap-tiap gerakan shalat.



By: Faisal Amir Muharrom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar